Alhamdulillah
Segala puji bagi Allah SWT. atas segala rahmat-Nya.
Segala puji bagi Allah SWT. atas segala rahmat-Nya.
Baru saja kita menjadi saksi perjalanan dunia pendidikan dalam Negeri Indonesia tanah air Nusantara.
Bulan mei menjadi bulan kegembiraan sekaligus bulan kesedihan bagi para siswa, guru dan orang tua. Banyak diantara mereka meneteskan air mata menyambut kehadiran lembaran surat yang diserahkan oleh sekolah/madrasah.
Apakah ini tujuan dari pendidikan yang kian menyudutkan rakyat kecil yang kurang akan fasilitas. sedangkan mereka harus bisa meraih kompetensi yang sama dengan mereka yang memiliki fasilitas terpenuhi bahkan sampai tidak dimanfaatkan.
Sistem pendidikan yang terundang-undang ini mungkin perlu ada pengkajian lebih obyektif dan melihat keadaan sebenarnya.
Pendidikan sebagai sarana untuk mencerdaskan anak bangsa jangan sampai menjadi momok yang menakutkan.
Kita sadari atau tidak, dalam jumlah tingkat pengangguran dan pencari kerja di bawah umur itu akibat dari peraturan yang menimbulkan pemikiran bahwa "pendidikan itu menakutkan" yang sering dimiliki oleh orang kampung. Sehingga mereka lebih memilih putus sekolah dari pada sekolah tapi yang mungkin nantinya dipermalukan dengan mendapat predikat "TIDAK LULUS".
Bukan istilah mundur sebelum berperang, tapi itu pilihan psikologhi yang timbul atas dasar pemikiran dari kebijakan yang tidak pandang bulu.
Itulah kebijakan yang harus kita telan. Karena itulah yang diberikan oleh mereka pembuat kebijakan. Kita rakyat tak bisa berbuat, kita hanya bisa berharap.
Selamat kami sampaikan kepada siswa indonesia yang telah meraih predikat "Lulus". Raihlah cita-cita sampai kapanpun.
Bagi siswa indonesia yang masih mendapat predikat "Tidak Lulus" jangan kau anggap pendidikan selebar daun kelor, kegagalan adalah keberhasilan yang tertunda.
Bulan mei menjadi bulan kegembiraan sekaligus bulan kesedihan bagi para siswa, guru dan orang tua. Banyak diantara mereka meneteskan air mata menyambut kehadiran lembaran surat yang diserahkan oleh sekolah/madrasah.
Apakah ini tujuan dari pendidikan yang kian menyudutkan rakyat kecil yang kurang akan fasilitas. sedangkan mereka harus bisa meraih kompetensi yang sama dengan mereka yang memiliki fasilitas terpenuhi bahkan sampai tidak dimanfaatkan.
Sistem pendidikan yang terundang-undang ini mungkin perlu ada pengkajian lebih obyektif dan melihat keadaan sebenarnya.
Pendidikan sebagai sarana untuk mencerdaskan anak bangsa jangan sampai menjadi momok yang menakutkan.
Kita sadari atau tidak, dalam jumlah tingkat pengangguran dan pencari kerja di bawah umur itu akibat dari peraturan yang menimbulkan pemikiran bahwa "pendidikan itu menakutkan" yang sering dimiliki oleh orang kampung. Sehingga mereka lebih memilih putus sekolah dari pada sekolah tapi yang mungkin nantinya dipermalukan dengan mendapat predikat "TIDAK LULUS".
Bukan istilah mundur sebelum berperang, tapi itu pilihan psikologhi yang timbul atas dasar pemikiran dari kebijakan yang tidak pandang bulu.
Itulah kebijakan yang harus kita telan. Karena itulah yang diberikan oleh mereka pembuat kebijakan. Kita rakyat tak bisa berbuat, kita hanya bisa berharap.
Selamat kami sampaikan kepada siswa indonesia yang telah meraih predikat "Lulus". Raihlah cita-cita sampai kapanpun.
Bagi siswa indonesia yang masih mendapat predikat "Tidak Lulus" jangan kau anggap pendidikan selebar daun kelor, kegagalan adalah keberhasilan yang tertunda.
EmoticonEmoticon
Note: only a member of this blog may post a comment.