Sidoarjo, NU Online
Pernikahan merupakan momen penting sekali seumur hidup yang
perlu banyak dilakukan persiapan, salah satunya kesehatan gigi terutama bagi
calon pengantin wanita. Selain diharapkan memiliki senyum cemerlang saat acara
pernikahan, kesehatan gigi wanita sangat penting agar melahirkan generasi
penerus yang kuat dan sehat.
"Sebelum menikah hendaknya setiap calon pengantin
memeriksakan giginya dan melakukan perawatan agar kelak saat menikah dan hamil
tidak menimbulkan risiko-risiko yang menyertai kehamilan," kata dokter
gigi RSI Siti Hajar Sidoarjo drg Dyanita kepada NU Online, Sabtu (3/12).
Agar pengantin memiliki senyum sehat dan cemerlang, Dyanita
menjelaskan, ada beberapa perawatan yang dapat dilakukan di antaranya
membersihkan karang gigi, pemutihan gigi, dan veneer. Pembersihan karang gigi
adalah pembersihan yang dilakukan dokter gigi terhadap plak dan karang yang
menempel di area sekitar gigi dan gusi.
"Karang gigi yang menumpuk merupakan tempat
berkembangnya kuman penyebab gusi berdarah. Dengan begitu, pengantin terhindar
dari bau mulut dan gusi menjadi sehat mencegah terjadinya gusi berdarah serta
gigi goyang akibat kerusakan jaringan periodontal," jelasnya.
Selanjutnya, sambung Dya, adalah pemutihan gigi atau
bleaching. Karena pengaruh warna makanan, kebiasaan merokok lama kelamaan warna
gigi menjadi lebih gelap, jika hal ini terjadi dapat dilakukan pemutihan gigi.
Yang terakhir adalah veneer, yaitu melapisi gigi dengan bahan sewarna gigi
sehingga tampilan gigi lebih estetis.
Dari hasil penelitian, radang gusi sering terjadi pada ibu
hamil karena pengaruh meningkatnya hormon yang berkaitan dengan kehamilan.
Adanya perubahan hormon selama kehamilan dapat mempengaruhi respon yang
berlebihan terhadap plak sehingga meningkatkan risiko terjadinya penyakit periodontal
(kerusakan penyangga gigi).
"Wanita hamil dengan penyakit periodontal berisiko 5
kali lebih besar mengalami kelahiran
prematur dibandingkan wanita hamil tanpa penyakit periodontal. Selain itu
penyakit periodontal pada ibu hamil juga menjadi faktor risiko terjadinya
preeklamsi. Preeklamsi adalah gangguan kehamilan yang ditandai dengan tingginya
tekanan darah dan terdapat kandungan protein yang tinggi di dalam urin. Kondisi
ini sangat berbahaya bagi ibu maupun janin. Di Indonesia preeklamsia terjadi
7-10 persen dari seluruh kehamilan," pungkasnya. (Moh Kholidun/Alhafiz K)
Sumber : http://www.nu.or.id/

EmoticonEmoticon
Note: only a member of this blog may post a comment.